bukuku

  Judul               : Sukses Itu Wajib Hukumnya

  Penulis           : Agus Susanto

  Cetakan         : I, 2008

  Penerbit         : Media Pressindo

  Halaman        : 164 halaman

 

 

           Sukses merupakan impian setiap orang. Tetapi sayang, tidak semua orang bisa encapainya. Kesuksesan bukanlah sesuatu yang instan, yang bisa didapatkan dengan mudah. Untuk mencapai kesuksesan, ada harga yang harus dibayar dan tahapan-tahapan yang harus dilalui. Pada dasarnya semua manusia mempunyai hak yang sama untuk sukses karena setiap manusia dikaruniai peluang dan potensi yang sama. Hanya saja, potensi dan peluang itu belum cukup untuk meraih kesuksesan. Ada faktor-faktor lain yang harus dipunyai untuk mencapai kesuksesan sejati yaitu impian, goal setting, pengambilan keputusan, melakukan action sesuai goals setting, dan mempunyai ketekunan untuk mencapai kesuksesan.

            Setiap orang dapat mencapai kesuksesan karena telah dibekali berbagai potensi atau kemampuan sejak lahir. Bahkan kelahiran kita ke dunia ini merupakan kesuksesan awal. Hanya saja, ada fakta yang harus dipahami bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh secara intsan, kesuksesan bukan semata-mata sebuah keberuntungan, atau kebetulan belaka. Kesuksesan merupakan sebuah perjalanan. Ada tahapan-tahapan langkah yang harus ditempuh untuk meraihnya.

            Dasar pertama dan utama sebagai pijakan awal atau pondasi untuk melangkah menuju kesuksesan adalah mempunyai impian. Tanpa adanya impian, kita tidak mungkin bisa melangkah lebih jauh lagi menuju kesuksesan. Semua kesuksesan berawal dari impian. Banyak contoh kesuksesan yang bermula dari impian dan benar-benar menjadi kenyataan. Misalnya kesuksesan Thomas A. Edison menemukan lampu pijar, perjalanan manusia ke bulan, penemuan pesawat terbang, dll. Impian yang akan membawa kesuksesan adalah impian yang benar-benar kuat dan paling diinginkan. Jika kita sudah benar-benar menginginkan impian kita, akan timbul energi dahsyat  dalam diri kita untuk meraih impian itu. Tetapi jika kita tidak benar-benar menginginkan impian kita atau ragu-ragu, maka tidak akan ada energi besar untuk menggapai apa yang telah kita impikan

            Setelah impian kita benar-benar tertanam kuat dalam diri, langkah selanjutnya adalah mengambil keputusan untuk merealisasikan impian kita. Keputusan ini harus diambil dengan penuh keberanian, kepastian dan ketegasan. Tanpa keberanian mengambil keputusan kita akan berjalan di tempat saja dan tidak akan sampai ke tujuan. Jika kita sudah memutuskan untuk merealisasikan impian kita, langkah selanjutnya adalah membuat perencanaan atau menentukan goals. Goals ini membantu kita untuk mencapai impian setahap demi setahap. Menentukan goals mutlak dilakukan. Tidak ada kesuksesan tanpa direncanakan. Seorang filsuf China pernah mengatakan bahwa “Dalam segala hal, kesuksesan bergantung pada persiapan sebelumnya, tanpa persiapan sejak awal, pasti akan terjadi kegagalan”.

            Berkaitan dengan goals yang telah dipersiapkan, banyak dari kita yang bisa membuat goals dengan bagus sekali. Tetapi, sebagian dari kita seringkali merasa berat untuk menjalankannya Sebagus apapun goals yang kita buat, sama saja dengan perbuatan yang sia-sia jika tidak pernah dilaksanakan. Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah Take Action, menjalankan apa yang telah menjadi goals kita.

            Dalam melakukan segala sesuatu yang telah kita rencanakan, tentunya kita harus yakin pada kemampuan diri sendiri dan pada rencana yang telah kita buat. Tanpa adanya keyakinan, maka dalam melakukan tindakan, kita pasti akan merasa ragu-ragu, khawatir dan hal-hal negatif lainnya. Oleh sebab itu, kita harus meyakini apa pun yang telah kita lakukan sesuai dengan rencana-rencana kita.

            Selama proses mewujudkan impian, tentunya tidak bisa lepas dari adanya kesulitan dan kegagalan karena semua itu diciptakan untuk menguji kita apakah benar-beanr serius terhadap impian kita dan layak mendapatkannya. Kesulitan dan kegagalan tersebut juga diciptakan untuk meningkatkan kemampuan kita. Dalam menghadapi keduanya, yang paling penting adalah bagaimana kita bersikap. Apakah kita akan menyerah dan mundur atau kita terus berjuang mengerahkan seluruh potensi kita. Langkah terakhir untuk mencapai kesuksesan dalam mewujudkan impian kita adalah konsisten dan penuh dengan ketekunan. Ketekunan menjadi salah satu kunci utama dalam meraih kesuksesan mewujudkan impian. Hanya dengan ketekunan inilah kesuksesan akan kita raih.  

            Buku ini membahas tentang potensi, peluang, impian, goals, keputusan, action, ketekunan,  kesulitan, kegagalan, dan sikap yang dibuat dalam bentuk kisah atau cerita, baik fiksi maupun kisah nyata dari beberapa orang sukses. Hal ini dibuat untuk menimbulkan kesan yang lebih mendalam dari pembaca. Selain itu, ada juga penjelasan mengenai bab-bab di atas yang relevan dengan cerita atau kisahnya. Misalnya, dalam bab Difficulty ada kisah kiasan tentang guci keramik yang semula hanyalah tanah liat yang tidak berharga tetapi setelah mengalami penderitaan mulai dari dipukul-pukul, diputar-putar, dibakar, dan dicat hingga menjadi sebuah guci yang cantik dan mahal. Ini menggambarkan tentang kesulitan yang harus dihadapi sebelum mencapai sesuatu yang lebih tinggi nilainya (kesuksesan). Kisah tersebut diikuti dengan uraian yang menjelaskan tentang hakekat dan makna dari kesulitan.

            Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan inspirational quotes atau kata-kata mutiara untuk mempermudah pembaca menemukan poin-poin penting untuk mencapai kesuksesan.

 

 

 

 

 

Responses

  1. semua org ingin suskses, tp tdk banyak org siap membayar harga kesuksesan tsb. smoga buku ini bisa menjawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: